√ 17+ Contoh Teknologi Ramah Lingkungan Terbaru - - Kang Yusuf -->
Kang Yusuf
Kang Yusuf Hi, You can call me Kang Yusuf. Learning by Doing and Just 4 Fun :-D

17+ Contoh Teknologi Ramah Lingkungan Terbaru

Daftar Isi [Tampil]

    17+ Contoh Teknologi Ramah Lingkungan. Lingkungan hidup (khususnya alam) merupakan objek untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Tidak ada satu pun kebutuhan manusia di dunia ini yang tidak bergantung pada lingkungan. Namun, perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang semakin kompleks sering mengabaikan tatanan lingkungan hidup. 

    17+ Contoh Teknologi Ramah Lingkungan
    Contoh Teknologi Ramah Lingkungan
    Begitu pula teknologi yang diciptakan manusia dari waktu ke waktu turut merusak lingkungan. Penggunaan teknologi yang merusak misalnya menimbulkan polusi atau dengan menguras sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini menyebabkan munculnya masalah lingkungan, seperti pencemaran dan perubahan siklus cuaca yang lebih ekstrem. 

    Keadaan ini tidak akan memburuk, jika ada perubahan yang dilakukan di seluruh dunia dan menggunakan teknologi yang lebih berkelanjutan. Misalnya menggunakan teknologi ramah lingkungan. Karena dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan akan sedikit mengeluarkan limbah sehingga risiko timbulnya bencana sangat kecil.

    A. Teknologi Ramah Lingkungan


    Teknologi adalah suatu ilmu pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. 

    Sedangkan teknologi ramah lingkungan (eco-friendly technology) merupakan segala jenis aplikasi teknologi yang dapat memberikan kepuasan penggunanya, dengan sumber daya lingkungan yang lebih rendah. Secara umum, teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang hemat sumber daya lingkungan.

    B. Keuntungan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Kehidupan Sehari-Hari


    Keuntungan menggunakan teknologi ramah lingkungan adalah sebagai berikut.
    • Menghemat sumber energi dan mengefisiensikan tenaga, baik tenaga manusia, alam, maupun mesin.
    • Menghindarkan manusia dari bahaya polusi, penyebaran penyakit, keracunan, dan berbagai macam risiko negatif yang ditimbulkan.
    • Menekan biaya pembuatan dan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
    • Mengurangi jumlah sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme

    C. Macam-Macam Teknologi Ramah Lingkungan


    Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis teknologi ramah lingkungan. Contohnya seperti biofuel dan biogas.

    1. Biofuel



    Biofuel adalah setiap bahan bakar padatan, cairan, maupun gas yang dihasilkan oleh bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik, atau pertanian. Ada tiga cara untuk membuat biofuel, yaitu:
    • Pembakaran limbah organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri, dan pertanian).
    • Fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan) tanpa oksigen, untuk menghasilkan biogas (mengandung hanya 50% metana). Fermentasi limbah basah juga dapat dilakukan pada fermentasi tebu dan jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester. Saat ini pemerintah sedang mengembangkannya untuk biofuel.
    • Energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar.

    Baca Juga Contoh Perkembangan Teknologi di Dunia


    Bahan bakar nabati (biofuel) terdiri atas tiga produk, yaitu:

    a) Biodiesel



    Biodiesel adalah bahan bakar diesel yang berbahan baku minyak nabati, minyak jarak pagar, dan minyak kelapa sawit. Di negara-negara kawasan Eropa, biodiesel diproduksi dari minyak dengan menggunakan transesterifikasi dan merupakan cairan yang komposisinya mirip dengan diesel mineral. 

    Transesterifikasi adalah penggantian gugus alkil dari ester dengan gugus alkil dari alkohol dalam suatu proses yang menyerupai hidrolisis. Bahan yang dipakai dalam hidrolisis bukan air melainkan alkohol. Minyak dicampur dengan sodium hidroksida dan metanol (atau etanol). Reaksi kimia tersebut akan menghasilkan biodiesel (FAME) dan glycerol. Satu bagian glycerol dihasilkan untuk setiap sepuluh bagian biodiesel. 

    Bahan bakar biodiesel dapat digunakan pada semua mesin diesel setelah dicampur dengan diesel mineral. Kebanyakan produsen kendaraan membatasi penggunaan biodiesel maksimal sebanyak 15% yang dicampur dengan diesel mineral.

    b) Bioalkohol

    Bioalkohol

    Bahan bakar ini menggunakan bahan baku singkong, tebu, dan sebagainya. Alkohol yang umumnya diproduksi dengan proses biologi adalah etanol. Adapun propanol dan butanol jarang diproduksi. Etanol diproduksi dengan aksi mikroorganisme dan enzim melalui fermentasi gula atau starch ataupun selulosa.
    Adapun yang termasuk bioalkohol adalah sebagai berikut.

    Bioetanol, bahan bakar bioetanol merupakan bahan bakar yang paling umum di dunia. Bahan bakar ini diproduksi dengan cara fermentasi gula yang dihasilkan dari gandum, jagung, sugar beet, sugar cane, molasses, dan gula atau starch yang dapat dibuat untuk minuman beralkohol. Etanol dapat digunakan pada mesin sebagai pengganti bahan bakar bensin. 


    Baca Juga Contoh Penerapan Teknologi Informasi 


    Etanol dapat dicampur bensin dengan perbandingan sekitar 15%. Bahan bakar etanol ini mempunyai angka oktan yang lebih tinggi sehingga mesin dapat terbakar lebih panas dan menjadi lebih efisien. Untuk campuran etanol konsentrasi tinggi mesin perlu dilakukan modifikasi.
    Biobutanol, biobutanol sering kali disebut sebagai pengganti bensin. Bahan bakar ini dapat langsung digunakan untuk bensin. Biobutanol terbentuk dari ABE fermentation (aseton, butanol, dan etanol). 

    Eksperimen modifikasi dari proses tersebut menghasilkan energi yang tinggi dengan butanol sebagai produk cair. Butanol dapat menghasilakan energi yang lebih banyak karena dapat terbakar langsung tanpa melakukan modifikasi mesin. Butanol juga tidak menyebabkan korosi.


    c) Minyak Nabati Asli (Pure Plant Oil)

    Bahan bakar ini berasal dari bahan baku minyak nabati seperti minyak sayur. Dalam beberapa kasus, minyak sayur dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel yang dapat digunakan pada mesin diesel, setelah dicampur dengan bahan bakar diesel. 

    Minyak sayur bekas (jelantah) yang diproses menjadi biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu, minyak nabati asli dapat dijadikan sebagai pengganti minyak tanah.

    2. Biogas

    Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan yang kedap udara). Proses ini disebut juga dengan anaerobik digestion. 

    Gas yang dihasilkan sebagian besar berupa metana, sekitar 50%. Bahan organik yang umumnya digunakan adalah limbah basah, seperti kotoran sapi, kerbau, atau kambing.

    Macam-macam teknologi ramah lingkungan lainnya adalah:
    1. Oven dan tungku, kedua alat tersebut dibuat dari tanah liat, drum bekas, semen/serbuk gergaji, pelat logam, dan pemanas tenaga matahari.
    2. Bahan bakar memasak, dibuat dari briket arang dan arang bambu.
    3. Pengering matahari, dibuat dari kayu dan kaca/plastik untuk mengeringkan ikan, daging, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
    4. Sistem penyimpanan makanan dingin alami.
    5. Listrik, dibuat dari sistem hidrolistik, biogas, tenaga matahari, dan angin.
    6. Bahan bakar mobil, dibuat dari minyak kelapa, untuk mobil dan mesin diesel.
    7. Pompa, pompa pemampat, pompa kaki, pompa pedal, dan pompa air tenaga matahari.
    8. Penggiling berdayung.
    9. Pemeras minyak.
    10. Kerbau dan sapi untuk membajak lahan.
    11. Dan masih banyak lagi.
    Sekian deh artikel seputar pendidikan teknologi ramah lingkungan dengan topik pembahasan mengenai 17+ Contoh Teknologi Ramah Lingkungan. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.

    Kang Yusuf
    Kang Yusuf  Hi, You can call me Kang Yusuf. Learning by Doing and Just 4 Fun :-D
    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Hai

    Klik Kontak Whatsapp Di Bawah Ini Untuk Mulai Mengobrol

    Pemilik Kang Yusuf
    +62 823-7775-4543
    Call us to +62 823-7775-4543 from 0:00hs a 24:00hs
    Hai, ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Tanya Kami