Awas, Terlalu Sering Rebahan Bisa Membuat Tubuhmu Seperti Ini

https://images.pexels.com/photos/271897/pexels-photo-271897.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&dpr=2&h=650&w=940
Foto : Pexels

Tahun 2020 adalah tahun rebahan. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh orang-orang yang hobi membaringkan diri dan bermain ponsel sepanjang waktu. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 yang menghebohkan seluruh negeri di kuartal pertama tahun ini. Hal itu lantas menjadi lelucon bahwa orang yang sukanya rebahan di rumah aja alias tidak banyak kegiatan di luar telah dianggap menyelamatkan dunia. Rebahan, kata yang sempat populer di Twitter beberapa waktu lalu adalah aktivitas yang merujuk posisi tidur di kasur atau di kursi panjang sembari memainkan ponsel. Bukan tidak mungkin, kamu yang sedang membaca artikel ini pun melakukannya sambil rebahan.

Namun tahukah kamu, bahwa terus-terusan rebahan mengakibatkan efek negatif yang seramnya tidak main-main? Artikel ini akan mengulas 6 dampak merugikan dari rebahan, nomor 6 paling mengerikan!

Gangguan Kecemasan dan Depresi

https://images.pexels.com/photos/3771115/pexels-photo-3771115.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&dpr=1&w=500
Foto : Pexels

Baiklah, sekilas ini tidak masuk akal. Bagaimana rebahan yang begitu nyaman dan enak bisa menyebabkan kecemasan dan depresi? Bagian mananya yang bisa menyebabkan itu?

Rebahan yang dilakukan terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama membuat tubuh menjadi pasif. Tambah lagi jika tidak melakukan olahraga. Hormon penyebab stres akan banyak diproduksi dan lama-lama terakumulasi hingga menyebakan cemas tak beralasan dan depresi.

Persendian Kaku

https://images.pexels.com/photos/4506105/pexels-photo-4506105.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=750&w=1260
Foto : Pexels

Tulang-tulang manusia dihubungkan dengan sendi agar dapat bergerak. Hubungan dua tulang yang disebut persendian membentuk sistem gerak pada manusia. Dari pengertiannya saja, sudah jelas bahwa tubuh manusia tidak didesain untuk diam saja. Kalau tidak, untuk apa diciptakan sendi?

Sendi yang jarang digerakkan akan menjadi kaku. Dampaknya, anggota badan akan terasa tidak nyaman saat beraktivitas. Terlalu banyak rebahan disinyalir menjadi biang kerok dari persendian kaku. Gambarannya seperti pintu yang tidak pernah dibuka, saat akhirnya dibuka, tidak jarang engsel akan mengeluarkan suara berderit bukan? Daun pintu juga akan sulit digerakkan karena engsel mungkin sudah berkarat. Itulah yang akan terjadi pada tubuhmu saat aktivitasmu hanya rebahan di kasur sepanjang hari.

Tubuh Menjadi Lemah dan Mudah Lelah

https://images.pexels.com/photos/4474035/pexels-photo-4474035.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&dpr=3&h=750&w=1260
Foto : Pexels

Setiap satu hari tubuh tidak digerakkan, ia akan kehilangan kehilangan massa otot sebesar 1%. Jika dalam seminggu tetap jarang beraktivitas, massa otot yang berkuarang bisa menjadi 30%. Berkurangnya massa otot ini disebut dengan atrofi otot secara fisiologis. Atrofi otot membuat beberapa bagian tubuh terlihat cekung atau tidak simetris, tubuh menjadi lemah, mudah lelah dan sulit beraktivitas. Kondisi ini umum dialami oleh orang lanjut usia. Namun kamu yang lebih muda bisa saja lebih cepat mengalaminya karena tidak bergerak.

Obesitas

https://image.freepik.com/free-photo/man-holds-his-fat-tummy_144627-2211.jpg
Foto : Freepik

Rebahan terlalu sering dalam waktu lama mempunyai efek yang sama dengan terlalu banyak tidur, yakni obesitas. Menurut Canadian Sleep Journal, orang yang tidur lebih dari 9 jam per hari berat badannya akn bertambah secara signifikan.

Resiko ini akan bertambah jika rebahan disertai makan camilan seperti roti atau coklat. Karena tidak banyak bergerak, gula dari makanan yang seharusnya diubah menjadi energi akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal ini dapat memicu naiknya angka berat badan dan memicu kegemukan.

Resiko Penyakit Kardiovaskular

https://img.freepik.com/free-photo/senior-female-asian-suffering-from-bad-pain-his-chest-heart-attack-home-senior-heart-disease_1150-21732.jpg?size=626&ext=jpg
Foto : Freepik

Jika kamu sudah mengidap obesitas, kamu beresiko mengalami penyakit kardiovaskular lebih tinggi daripada orang yang tidak obesitas. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Resiko ini akan meningkat sebesar 60% jika aktivitas harianmu berupa rebahan.

Macam-macam penyakit kardiovaskular di antaranya stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi. Tahu kan kalau penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung itu mengerikan?

Masa depan tertunda

https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/local/5e561146b0c31.jpg
Foto : Indozone

Dari sekian banyak dampak rebahan yang semuanya terlihat seram, ini adalah yang menurut penulis paling seram. Sekilas memang tidak terasa bahwa masa depan akan tertunda, toh nantinya masa depan akan datang juga bukan?

Rebahan membuat seseorang berada dalam posisi ternyamannya. Orang yang sudah merasa nyaman biasanya akan sulit untuk beranjak dan beraktivitas. Melakukan apapun malas, inginnya rebahan terus sambil scrolling media sosial. Begitu terus sampai tidak menyadari bahwa waktu telah berlalu begitu cepat. Padahal waktu-waktu yang terbuang itu bisa digunakan lebih berguna. Berlatih bahasa asing misalnya, atau membaca buku. Hal-hal yang akan bisa mendatangkan manfaat di masa depan.

Nah tidak mau kan masa depanmu yang seharusnya tiba lebih cepat menjadi terlambat karena kamu sukanya tiduran terus? Saat temanmu sudah pensiun, kamu masih harus mengumpulkan pundi-pundi uang karena tidak cukup bekerja di masa muda. Jadi ayo mulai sekarang bangkit dari kasur dan lakukan hal yang lebih produktif ya!