Kang Yusuf
Kang Yusuf Hi, You can call me Kang Yusuf. Learning by Doing and Just 4 Fun :-D

Pembahasan Tata Cara Mandi Wajib Beserta Niatnya

Daftar Isi [Tampil]
Pembahasan Tata Cara Mandi Wajib Beserta Niatnya. Berikut penjabaran dan penjelasan secara mendetail mengenai tata cara mandi wajib serta niatnya yang seuai dengan tuntunan agama islam serta kitab suci Al Qur'an. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Definisi Mandi Wajib Menurut Agama Islam


Mandi besar atau mandi wajib (bahasa Arab: الغسل, translit. al-ghusl‎) adalah mandi atau menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadats besar. Hal itu adalah pengertian dalam syariat Islam. Arti al-gusl secara etimologi adalah menuangkan air pada sesuatu. 


Syarat Syah Mandi Wajib Menurut Tuntunan Agama

Pembahasan Tata Cara Mandi Wajib Beserta Niatnya
Pembahasan Tata Cara Mandi Wajib Beserta Niatnya

Sebagai pembeda mandi biasa dengan mandi wajib perbedaannya terletak pada niatnya


Rukun Mandi Wajib Menurut Agama


Bagaimana rukun mandi wajib, Untuk melakukan mandi wajib atau janabah, maka ada beberapa hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun (pokok), di antaranya adalah:

  1. Mengguyur air keseluruh badan;
  2. Mengguyur kepala tiga kali, kemudian guyur bagian tubuh yang lain.
  3. Dengan seseorang memenuhi rukun mandi di atas, maka mandinya dianggap sudah sah, dengan disertai niat untuk mandi wajib (al ghuslu). Jika seseorang mandi di pancuran (shower) dan air mengenai seluruh tubuhnya, maka mandinya sudah dianggap sah. 
  4. Kemudian untuk berkumur-kumur (madhmadhoh), memasukkan air dalam hidung (istinsyaq) dan menggosok-gosok badan (ad dalk) adalah perkara yang disunnahkan menurut mayoritas ulama.

Selanjutnya


Hal-Hal yang Dilarang Ketika Belum Mandi Wajib / Mandi Besar

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mandi wajib atau junub. Orang yang mengalami hal-hal di atas, tetapi belum mandi wajib berarti dia sedang berhadast besar. Orang yang sedang hadast besar dilarang melakukan hal-hal berikut ini:

a. Dilarang menyentuh dan Membaca Al-Qur’an


Jumhur ulama’ (sebagian besar ulama’) sepakat bahwa menyentuh Al-qur’an saat hadast besar adalah dilarang. Tapi bagaimana jika membaca tanpa menyentuh, alias hafalan? Hal ini menjadi bahan kajian di kalangan para ulama’. Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah dilarang saat hadast besar kecuali dengan membaca isti’adzah dan yang semisalnya. Karena nabi pernah bersabda:

“janganlah perempuan yang sedang haid atau orang yang sedang junub membaca sesuatu dari Al-Quran,” (HR Tirmidzi: 131). Yang menjadi catatan Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri adalah hadist tersebut berstatus dhaif bahkan mungkar (bisa dilihat pada Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi, 1/131)

Namun Syeikh Nashiruddin Al-Albani juga memberikan informasi sebagai penyeimbang, beliau mengutip hadist yang diriwayatkan oleh Ali Radiallahuan yang berbunyi:

“Rasulullah pernah membacakan Al-Quran kepada kami setiap saat, selama beliau tidak junub,” (HR. An’Nasa’i: 168, Kitab At-Thaharah).

b. Dilarang Melakukan Sholat Wajib Maupun Sunnah


Larangan ini ada dalam Al-Qur’an surat An-Nisa Ayat 43:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi…” (An-Nisa: 43).

c. Dilarang Berdiam Diri Di Masjid atau I’tikaf


Larangan ini ada dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 43:

“…(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi…” (An-Nisa: 43).

d. Dilarang Berpuasa Wajib Maupun Sunnah


Larangan ini bagi wanita haid dan nifas.

e. Dilarang Thawaf (salah satu rukun haji)


Hal ini para ulama’ telah sepakat, sesuai dengan hadist nabi pada saat bunda Aisyah akan umroh dan tiba-tiba haidh. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثم حجي واصنعي ما يصنع الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت ولا تصلي

“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah)

f. Terlarang untuk Ditalak atau Dicerai


Bagi seorang suami yang ingin mentalak istrinya maka tidak boleh dilakukan pada saat hadast besar. Hendaknya ia menunggu hingga si istri suci kembali. Hal ini harus dipahami oleh pasangan suami istri.


Tata Cara Mandi Wajib yang Sempurna Menurut Syariat


Berikut adalah tata cara mandi wajib yang disunnahkan, ketika seorang Muslim melakukannya, maka akan membuat mandi wajib tadi lebih sempurna. Yang menjadi dalil dari bahasan ini adalah dua dalil yaitu hadits dari ‘Aisyah dan hadits dari Maimunah.
  1. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi
  2. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri
  3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun,
  4. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak salat
  5. Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut
  6. Memulai mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri
  7. Menyela-nyela rambut
  8. Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri

Lafadz Niat Mandi Wajib yang Benar


1. Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala

3 Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niyat mandi besarnya adalah BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala

Sekian artikel tentang agama dengan topik pembahasan Tata Cara Mandi Wajib Beserta Niatnya. Semoga bermanfaat :-D

Kang Yusuf
Kang Yusuf  Hi, You can call me Kang Yusuf. Learning by Doing and Just 4 Fun :-D
Note: Only a member of this blog may post a comment.
Artikel Unggulan
Artikel Pilihan Pengunjung
Artikel Tentang Kesehatan

Hai

Klik Kontak Whatsapp Di Bawah Ini Untuk Mulai Mengobrol

Pemilik Kang Yusuf
+6282377754543
Call us to +6282377754543 from 0:00hs a 24:00hs
Hai, ada yang bisa saya bantu?
×
Tanya Kami