Kang Ads
Kang Ads Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing

Pelajari Berbagai Aspek Keuangan Dalam Berbisnis Lengkap

pelajari dan ketahui terkait berbagai aspek keuangan dalam berbisnis

Perlu kita pelajari dan ketahui terkait pedoman berbagai aspek keuangan dalam berbisnis yang lengkap. Defini aspek keuangan adalah faktor yang menentukan biaya yang di keluarkan serta dihasilkan untuk membuat sebuah usaha yang optimal. Perhitungan biaya produksi meliputi biaya investasi, biaya tetap dan tidak tetap, berikut adalah hal-hal untuk menjadi bahan pembelajaran jika akan membuat perencanaan kewirausahaan jenis produk lainnya disini saya menggunakan asinan.

Aspek keuangan dalam bisnis merupakan salah satu komponen penting yang tidak bisa dilupakan. Dasar tujuan dari semua bisnis tentunya untuk mencari keuntungan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan aspek keuangan dalam sebuah bisnis. Keuangan menjadi faktor dalam menentukan anggaran, investasi, serta besarnya usaha yang akan dibuat.

Modal juga termasuk dalam bagian aspek keuangan. Modal yang diinvestasikan nantinya akan digunakan sebagai biaya modal. Komponen biaya modal terdiri dari cost of debt dan cost of equity. Bagi anda yang sedang dalam proses membuat usaha atau sedang mempelajari keuangan, ada baiknya untuk menyimak artikel mengenai aspek keuangan dalam bisnis berikut ini.

 

Beberapa Penjelasan Komponen Aspek Keuangan Dalam Bisnis


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa aspek keuangan dalam bisnis tidak jauh kaitannya dengan modal. Modal sendiri lalu dibagi menjadi biaya hutang (cost of debt) dan biaya modal sendiri (cost of equity). Untuk biaya hutang, biasanya hutang diperoleh dari lembaga pembiyaan atau yang menerbitkan surat pengakuan huang.

Sedangkan untuk biaya hutang yang berasal dari pinjaman merupakan bunga yang harus dibayar perusahaan. Lalu biaya hutang dengan menerbitkan obligasi merupakan tingkat pengembalian hasil yang diinginkan dan diharapkan oleh investor yang digunakan untuk tingkat diskonto dalam mencari nilai obligasi. Biaya utang lantas dibagi menjadi dua macam yaitu biaya utang sebelum pajak dan biaya utang setelah pajak.

Pembahasan aspek keuangan dalam bisnis selanjutnya berlanjut kepada cost of equity atau biaya modal sendiri. Salah satu metode yang digunakan untuk perhitungan biaya modal laba ditahan adalah pendekatan Capital Aset Pricing Model (CAPM) dimana biaya modal laba ditahan merupakan tingkat pengembalian atas modal sendiri yang diharapkan oleh investor.

Terdiri dari tingkat bunga bebas resiko dan premi resiko pasar yang dikalikan dengan resiko saham perusahaan. Selain membahas mengenai biaya modal, aspek keuangan dalam bisnis juga tidak akan lepas dari estimasi biaya. Perhitungan atau estimasi biaya ini sangat diperlukan dalam melakukan investasi. Perhitungan biaya lantas meliputi perhitungan biaya untuk tempat, karyawan, perizinan, pendirian usaha, produksi, dan lain sebagainya.

Tentunya estimasi aspek keuangan dalam bisnis harus tepat dan akurat agar tidak terjadi kerugian bagi investor atau pendiri usaha. Sehingga usaha yang dibuat pun bisa berjalan dengan lebih optimal. Perkiraan atau estimasi ini juga memiliki definisi. Pengertian atau defisini dari perkiraan biaya adalah seni dalam memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan suatu kegiatan yang berdasarkan pada informasi yang tersedia kala itu. Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perkiraan biaya melihat dan memperhitungkan hal-hal yang akan terjadi selanjutnya dan juga menganalisis serta mengkaji informasi yang penting.

Setelah selesai melakukan perkiraan atau estimasi anggaran, maka tentu langkah selanjutnya adalah menentukan anggaran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anggaran merupakan perhitungan modal yang digunakan dalam satu periode tertentu. Penyusunan anggaran sendiri terdiri dari top down dan bottom up. Untuk top down sendiri berarti menyusun anggaran tanpa ditentukan tujuan sebelumnya dan tidak dilandaskan teori yang jelas.

Dalam penyusunan top down maka garis besar yang ada merupakan pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada karyawan untuk digunakan menjalankan program. Yang kedua ada bottom up yaitu penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah disusun. Demikianlah sedikit pembahasan mengenai aspek keuangan dalam bisnis, semoga bisa berguna bagi anda semua.


Berbagai Aspek Keuangan Dalam Berbisnis


Investasi alat dan mesin.


Investasi alat dan mesin, yaitu pembelian perlengkapan alat dan mesin produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi asinan. Alat dan produksi yang dibeli harus sesuai dengan kapasitas produksi, dan hal teknik lainnya. Seperti ketersediaan daya listrik, dan lainnya.

Biaya tidak tetap ( Variabel ).


Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah produksi, jadi sifatnya tidak tetap, bisa berubah-ubah sesuai dengan produksinya. Biaya ini biasanya meliputi biaya bahan baku, bahan pembantu dan bahan kemasan.

Biaya tetap.


Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan setipa bulannya dengan pengeluaran tetap tidak berubah-ubah berapapun jumlah produksinya. Biaya tetap meliputi biaya tenaga kerja, listrik, air/gas, penyusutan alat dan lain sebagainya.

Total biaya.


Total biaya adalah jumlah keseluruhan biaya tidak tetap dan biaya tetap.

Rumus

Total biaya = Biaya Variabel + Biaya tetap

                    = Nominal + Nominal

                    = Total Nominal



Harga pokok produksi.

HPP adalah harga pokok dari suatu produk, dimana jika dijual dengan harga tersebut, maka produsen tidak untung dan tidak juga rugi. HPP ditentukan untuk bisa menentukan harga jual, dimana harga jual adalah HPP + margin keuntungan yang akan di ambil untuk produksi

Total biaya / Jumlah produksi

Rp 1.569.950.00 / 500 = 3140.00



Harga jual.

Harga Jual adalah harga yang harus dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan suatu produk yang di inginkan tersebut. Harga jual dapat di pertimbangkan dengan memperhatikan HPP dan juga produk pesaing. Harga jual ini meliputi harga dari pabrik dan harga konsumen.


Pendapatan laba kotor

Pendapatan laba kotor adalah jumlah penerimaan uang yang didapat oleh perusahaan, sebelum dipotong total biaya.


Pendapatan laba bersih.

Pendapatan bersih adalah jumlah penerimaab uang yang didapatkan oleh suatu perusahaan, setelah dipotong oleh total biaya pada produksinya.
Pendapatan bersih

= Penerimaan kotor - Total biaya

= Nominal - Nomina

= Hasil Keseluruhan


Sumber Dana yang Diperoleh


Berbeda sumber dana berbeda risiko yang akan ditanggung. Dalam poin ini paling tidak ada dua sumber dana yang dapat diperoleh ketika kamu menjalankan sebuah bisnis. Yaitu sumber dana dari modal sendiri dan sumber dana dari pinjaman. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menentukan sumber dana, tentukan dulu berapa jumlah dana yang kamu butuhkan.

 
Mari kita bahas kedua sumber dana tersebut.


1. Modal Sendiri

Buat kamu yang usahanya masih kecil-kecilan atau baru memulai usaha. Maka disarankan untuk memfokuskan usaha/bisnsmu pada sumber modal sendiri. Karena ini akan meringankan bebanmu ketimbang kamu memutuskan untuk memperoleh sumber dana melalui pinjaman pihak eksternal. Karena modal merupakan modal sendiri maka ketika usahamu mengalami kerugian kamu tidak akan menanggung beban kepada pihak eksternal semisal beban bunga atas pinjaman dan sejenisnya.

2. Modal Pinjaman

Nah, kalau kamu merasa bahwa usahamu sudah mampu berdiri dengan kokoh dan memiliki profit yang cukup matang, maka bila kamu hendak mengekspansi bisnismu opsi sumber dana dari pinjaman bisa jadi pilihan. Namun, lebih baik kamu meraih modal eksternal dengan akad bagi hasil ketimbang pinjaman. Karena kalau kamu memutuskan untuk menggunakan akad pinjaman maka kamu akan terkena bunga dan tentunya dalam islam hal tersebut diharamkan.


 
Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Hal kedua terkait dengan aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis adalah tentang kebutuhan biaya investasi. Setelah kamu telah selesai dalam menentukan jumlah dana yang dibutuhkan dan sumber dananya maka selanjutnya kamu harus mendata kebutuhan apa saja yang akan digunakan dalam menjalankan bisnismu. Hal ini juga akan menjadi pertimbangan pihak eksternal ketika hendak menanamkan modal pada bisnismu.

Kebutuhan akan biaya investasi ini dapat berupa kebutuhan operasional semacam listrik, gaji karyawan, telepon, internet, biaya pemeliharaan, dan pajak. Ada juga kebutuhan yang sifatnya pembelian aktiva tetap semacam membeli mesin, gedung, peralatan, inventasi kantor, hak paten, goodwill dan sebagainya.

 
Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Bagi kamu yang gemar berbisnis pastinya tidak asing dengan istilah cash flow. Bisa dikatakan inilah jantungnya bisnis. Ketidakmampuan seorang business owner dalam mengelola cash flow maka siap-siap saja bisnisnya akan collapse, hehe. Poin cash flow menjadi sangat penting dalam hal menilai aspek keungan dalam studi kelayakan bisnis. Karena ia menggambarkan berapa uang yang masuk dan berapa uang yang keluar dalam suatu periode sebuah usaha berjalan.

 
Jenis-jenis cash flow yang kamu perlu ketahui diantaranya:

  •     Initial Cashflow, yaitu kas awal ketika kamu baru memulai sebuah bisnis.
  •     Operational Cashflow, yaitu kas yang terhitung baik masuk ataupun keluar selama sebuah usaha berjalan.
  •     Terminal Cashflow, yaitu kas yang terhitung ketika usaha kamu berakhir.


Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis


Poin keempat atau terakhir terkait dengan aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis adalah tentang kriteria penilaian investasi. Poin ini lebih rumit dibandingkan tiga sebelumnya karena kamu perlu menghitung beberapa indikator yang mana setiap indikator memiliki rumusnya masing-masing. Indikator tersebut terdiri dari:

  •     Internal rate of return (IRR)
  •     Payback Period
  •     Average Rate of Return (ARR)
  •     Net Present Value (NPV)
  •     Profitability Index
  •     Lainnya adalah rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas

Kesimpulan Aspek Keuangan Dalam Berbisnis Lengkap


Empat kriteria tersebut adalah beberapa dari kriteria untuk menilai apakah suatu bisnis layak atau tidak dari aspek keuangan. Jadi, ketika kamu ingin membuat bisnis tidak bisa asal bikin. Pertimbangkanlah empat kriteria tersebut, setelah beres dan dirasa aman baru kamu bisa memulai bisnismu. sebagian dikutip dari qazwa.id

Terima kasih sudah ingin belajar terkait seputar bisnis dengan tema pembahsan mempelajari dan ketahui terkait pedoman berbagai aspek keuangan dalam berbisnis. Semoga bisa memberikan wawasan dan informasi yang berguna untuk temen temen yang membutuhkan informasi tersebut. :-D

Yang berhubungan dengan Aspek Keuangan Dalam Berbisnis  aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis pdf  analisa aspek keuangan. 

Kang Ads
Kang Ads  Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing
Note: Only a member of this blog may post a comment.