Kang Ads
Kang Ads Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing

Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif

Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif
pinterest

Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif. Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi hampir 270.054.853 jiwa pada tahun 2018, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 230 juta jiwa.

Dengan data tersebut bisa kita simpulkan bahwa negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang bisa di bilang cukup banyak dengan total penduduk lebih dari 230 juta jiwa. Tentunya hal ini memiliki beberapa sisi positif dan negatif yang bisa kita lihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. 

Hal ini perlu kita ketahui bahwa, negara Indonesia perlu membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif dan kreatif dari sekarang. Dikarenakan setiap tahunnya perkembangan teknologi informasi terus maju dan tidak berhenti. Masyarakat yang terus belajar dan diberikan edukasi yang baik dan positif akan menghasilkan sebuah karya yang baik dan sebaliknya. 

Maka dari itu kita sebagai masyarakat negara Indonesia memerlukan sebuah dorongan dan dukungan mengenai perbaikan baik dari sisi mental maupun moral manusia dengan adanya berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat di negara Indonesia ini.

 

Membangun SDM Unggul dan Produktif Indonesia Siap Bersaing di Ajang Internasional


Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif
gambar dari sindonews

Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan SDM Unggul, Indonesian Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya; Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. “Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum; Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia; dan Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif,” jelas Moeldoko.

Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan mengutip sejumlah pernyataan Presiden Jokowi terkait Kunci Daya Saing Bangsa, Membangun Sumber Daya Manusia, yakni “Kalau SDM kita bisa upgrade, bisa kita keluarkan dengan kompetensi dan keterampilan yang baik, ini lah modal kuat untuk bersaing dengan negara- negara lain.” Pernyataan Presiden selanjutnya, “Manusia Indonesia yang lahir dan tumbuh dalam kondisi kesehatan yang baik, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan memiliki karakter kuat berlandaskan Pancasila, sehingga siap bersaing di tengah situasi global yang makin kompetitif.”

 

Pelajari Tantangan dan Peluang UMKM Mengantisipasi Ekonomi Digital Kedepan



Negara Indonesia diramalkan akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. McKinsey & Company (2016) melakukan penelitian dan analisis terhadap 20 pasar pilihan di dunia dan menemukan paradoks atas kondisi Indonesia. Netizen di Indonesia tergolong paling aktif di dunia, memiliki ekosistem start up yang dinamis, tapi di lain sisi Indonesia ketinggalan dalam hal infrastruktur teknologi informasi (TI), adanya ketidakmerataan digitalisasi antarsektor usaha, dan penetrasi internet yang rendah.

Paradoks tersebut dapat dijelaskan dengan perbadingan antara kondisi Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Tingkat penetrasi internet di Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan di AS yang mencapai 87%, sedangkan Indonesia baru 34%. Namun, data lain menunjukkan sebaliknya: rata-rata waktu yang digunakan untuk mengakses internet di Indonesia melalui perangkat mobile adalah 3,5 jam, sedangkan AS hanya 1,9 jam. Rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia adalah 2,9 jam, sedangkan di AS 1,7 jam. Pengguna Facebook di Indonesia mencapai 90% dari seluruh pengguna internet, sedangkan di AS hanya 70%. Sebanyak 78% dari pengguna internet di Indonesia melakukan transaksi pembelian secara online. Di AS sendiri hanya sebesar 75%.

Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat beberapa strategi imperatif yang harus diterapkan untuk mengatasi ketertinggalan itu. McKinsey memperkirakan apabila ketertinggalan tersebut dapat diatasi, transaksi e-commerce di Indonesia pada 2025 mencapai US$150 miliar atau mencapai 10% dari gross domestic product (GDP). Pertanyaan selanjutnya yang perlu dicermati ialah bagaimana posisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada era ekonomi digital ini? Sebagai pelaku ekonomi mayoritas, akankah UMKM menjadi aktor utama atau justru malah terdisrupsi?

Tantangan terbesar ialah bagaimana meningkatkan aksesibilitas UMKM untuk go-digital dan meningkatkan kapabilitas UMKM sehingga menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk-produk asing yang telah membanjiri e-commerce Indonesia. Hal ini penting mengingat sebagian besar UMKM tinggal di perdesaan dengan akses internet yang masih sangat terbatas dan masih banyak yang belum digital-literate. Sudah saatnya para stakeholders UMKM bersinergi untuk mengatasi permasalahan ini.

 

Karakteristik Ideal Sumber Daya Manusia Berkualitas

Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif
pinterest

Tentunya kualitas manusia Indonesia tersebut nerupakan nilai-nilai final yang perlu dijabarkan dalam suatu pola dan tingkatan nilai-nilai sementara maupun nilai instrumental, termasuk tahap-tahap pencapaiannya. Keseluruhan upaya untuk mewujudkan nilai-nilai kualitas manusia Indonesia ini perlu diruangkan Jadi kemampuan untuk memahami alam harus dipandang tidak semata-mata dari segi potensi manusia untuk mengeksploitasi alam saja, tapi juga dari potensinya untuk mendapatkan peningkatan keinsafan trasendental. Dengan kata lain kelengkapan IMTAQ dan IPTEK.

Menurut H. A. R.Tilaar dapat ditemukan ciri-ciri manusia yang berkualitas yaitu:
  1.     Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa;
  2.     Berbudi luhur;
  3.     Berkepribadian;
  4.     Berdisiplin;
  5.     Bekerja keras;
  6.     Tangguh;
  7.     Bertanggung jawab;
  8.     Mandiri;
  9.     Cerdas dan terampil;
  10.     Sehat jasmani dan rohani;
  11.     Cinta tanah air;
  12.     Semangat kebangsaan yang tinggi;
  13.     Mempunyai rasa kesetiakawanan sosial;
  14.     Sikap inovatif dan kreatif.

Dalam rumusan yang pendek bahwa manusia yang berkualitas adalah manusia yang beriman dan bertaqwa, kreatif, inovatif, roduktif, mandiri berdisiplin serta memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dalam suatu rekayasa pencapaian dalam dimensi waktu (tahapan) dan berbagai ruang lingkup kehidupan dari keluarga sampai dengan nasional

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi berkewajiban untuk menjaga kemakmuran dan mencegah kehancurannya. Dalam hal ini, menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berprestasi untuk mengelola bumi seisinya, bahkan luar angkasa atau planet luar bumi yang kita diami ini. Yaitu sumber daya manusia yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Mampu menjalankan peran manusia sebagai khalifah Allah dimuka bumi;
  2. Alam yang tunduk dan dikuasai oleh manusia bukan manusia yang tunduk pada alam;
  3. SDM yang mampu berkompetisi dengan yang lain, sesuai dengan tantangan yang berkembangan.

Ciri-ciri Sumber Daya Manusia yang berkualitas sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Hidayat Syarief mencakup kualitas fisik jasmani dan mental rohani, dengan menyebutkan ciri-cirinya sebagai berikut:
  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dicirikan antara lain    dengan kejujuran dan akhlak mulia;
  2. Berbudaya IPTEK sehingga mampu menerapkan, mengembangkan dan menguasai IPTEK yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia;
  3. Menghargai waktu dan mempunyai etos kerja dan disiplin yang tinggi  kreatif, produktif, efisiensi dan berwawasan keunggulan;
  4. Mempunyai wawasan kewiraswastaan dan kemampuan manajemen yang handal;
  5. Mempunyai daya juang yang tinggi;
  6. Mempunyai wawasan kebangsaan yang mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa;
  7. Mempunyai tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi;
  8. Mempunyai ketangguhan moral yang kuat,sehinggatidak tergusur oleh arus negatif globalisasi;
  9. Mempunyai kesehatan fisik yang prima sehingga dapat berpikir dan  bekerja secara produktif.

Dari uraian diatas, karakteristik tersebut adalah karakteristik ideal bagi sumber daya manusia berkualitas dalam landasan legal-yuridis, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Memang sudah waktunya SDM Indonesia ditingkatkan apalagi zaman sudah berkembang dengan pesat. Kemajuan teknologi dunia harus cepat diantisipasi melalui pengembangan SDM. Jangan sampai Indonesia masih jalan di tempat karena tidak melek teknologi. Cita-cita Indonesia maju tentu dapat terwujud jika SDM nya berkualitas dan unggul.

Memajukan SDM Indonesia tentu harus mempunyai strategi sendiri sesuai dengan sasaran yang akan dituju. Peminatan satu orang dengan orang lain bisa sangat berbeda sehingga diperlukan kebijakan dalam memilih metode pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 (seratus tahun kemerdekaan RI) jangan sampai hanya sekedar mimpi belaka. Infrastruktur yang sudah dan terus dibangun harus dimanfaatkan mendorong lebih cepat pembangunan SDM  Indonesia.

Pengembangan SDM Indonesia jangan lagi bergantung hanya dari pusat. Semua stakeholder harus mengambil peranan. Pengembangan ilmu jangan lagi dibatasi dengan umur, jenis kelamin, agama, maupun suku. Sudah waktunya sekat-sekat yang menghalangi dalam pencarian ilmu diangkat, namun demikian tetap norma-norma yang ada harus tetap dijaga. Jangan lagi dianggap aneh bila perempuan masuk jurusan teknik mesin. Jangan kaget juga jika banyak anak  di bawah 7 tahun sudah ada di kelas 3 SD.

Begitu juga dalam kepemimpinan, bisa jadi suku bugis suatu saat menjadi pemimpin di daerah batak, atau sebaliknya karena memang keahlian dan kemampuan yang dimilikinya. Sudah waktunya pola pikir yang kita miliki harus mulai dikembangkan untuk memajukan sumberdaya manusia Indonesia.  

 

Tujuan Kadin Indonesia Untuk Masyarakat Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif


 
Kalian sudah tahu belum bahwa tujuan Kadin Indonesia ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi menyampaikan aspirasi, harapan, dan saran kepada pemerintah yang baru agar mewujudkan visi Negara Indonesia yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia. Sehingga, mendorong Indonesia lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan global yang dinamis dan penuh risiko.

SDM unggul itu adalah SDM yang tidak hanya berharap bisa mengisi lowongan pekerjaan sebagai PNS saja, tapi SDM yang bisa ikut membantu permasalahan ketenaga kerjaan di Indonesia. SDM yang bisa tidak hanya bisa mencari celah untuk bisa mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia saja. Tapi juga SDM yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga lapangan pekerjaan bagi orang lain. SDM yang ikut membantu perkembangan perekonomian di Indonesia. Mungkin bisa dengan cara menjadi enterpreneur (wirausaha) misalnya. 

Atau masuk di wilayah-wilayah usaha swasta lainnya. Ada banyak sekali wilayah usaha di luar usaha yang dibangun oleh pemerintah yang bisa dimasuki. Untuk tahu tentang hal ini, kalian harus mencari tahu keberadaan dan ketersediaannya dengan membangun jejaring kerja di tengah masyarakat. Manfaatkan teknologi dan pengetahuan dan keahlian yang kalian miliki. Dan disinilah KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia hadir menjembatani antara kebijakan dan keinginan pemerintah versus ketersediaan dan kemampuan dunia usaha. KADIN Indonesia menjembatani kerjasama strategis antara swasta dan BUMN dalam mendukung agar arah kebijakan yang telah digariskan oleh Pemerintah bisa terwujud.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dalam acara penutupan Rapimnas Kadin di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali (29/11/2019), mengatakan :

“Dunia usaha akan mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yaitu pertumbuhan ekonomi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, mengurangi tingkat kemiskinan dan tingkat ketimpangan ekonomi sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” 

 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019
https://www.instagram.com/kadin.indonesia.official/


Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 masih berada di level 5 persen. Tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, laju ekonomi seperti ini terbilang baik. Pasalnya, beberapa negara pertumbuhan ekonominya masih berada di bawah 5%. Di antaranya, Korea Selatan, Singapura, dan Amerika Serikat dengan masing-masing pertumbuhan berada dikisaran 2,0%, 0,1%, dan 2,0%. (Sumber: BPS, 2019)

Kadin Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 berada dikisaran 5%. Ini tentu menjadi salah satu tantangan ekonomi di 2020 tetapi sebagai pelaku usaha optimisme harus dijaga dengan terus melihat peluang bisnis yang ada.

Nah sekian dulu deh artikel seputar berita dengan topik pembahasan Membangun SDM Unggul, Indonesia Lebih Produktif dan Kreatif. Semoga dengan informasi ini bisa memberikan wawasan bagi kalian yang ingin menjadi SDM yang unggul bagi negara Indonesaia sehingga lebih produktif, kreatif, dan maju. 


Jadilah generasi yang kreatif, produktif, dan unggulan ya :-D


Referensi artikel 

H. A. R. Tilaar, Pendidikan dalam Pembangunan Nasional Menyongsong Abad XXI,   (Jakarta: Balai Pustaka, 1990),  hlm. 116. 
A. Qodry Azizy, op.cit., hlm.112. 
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung : Umbara, 1996), hlm. 76.
https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
https://www.kompasiana.com/ 
http://ksp.go.id/  
http://infobanknews.com

Kang Ads
Kang Ads  Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing
Note: Only a member of this blog may post a comment.