Kang Ads
Kang Ads Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing

Strategi Ampuh Agar Startup Ampuh Ikuti Jejak Unicorn Valuasi Tinggi

strategi ampuh agar startup bisa ikuti jejak unicorn dengan valuasi tinggi

Pelajari strategi ampuh agar startup bisa ikuti jejak unicorn dengan valuasi tinggi. Untuk menjadi startup unicorn, membutuhkan perhitungan yang matang sesuai kondisi pasar saat ini. Menjadi founder atau pemilik bisnis startup harus lebih aktif mengembangkan pelayanan bisnisnya agar mendapatkan tempat di hati pengguna. Dengan begitu, akan membawa ekspektasi investor mendukung kemajuan bisnis Anda.

Bila perlu trik ini bisa digunakan pelaku startup unicorn untuk memiliki valuasi senilai 1 miliar dolar. Menemukan model bisnis yang menguntungkan untuk bersaing dalam startup unicorn, harus ada pendekatan tahap awal yang lebih unik dan menguntungkan dari sebelumnya. Sebab, investasi akan datang dari suatu ide baru yang muncul di industri bisnis startup nantinya.

Baca Juga Strategi Ampuh Mendapatkan Investor Bagi StartUp Pemula

Seperti status unicorn pertama di Indonesia yang terjadi pada pertengahan Agustus tahun lalu. Kala itu Go-Jek sebagai layanan pendatang baru dalam pengelolaan transportasi berbasis online. Mereka mendapatkan investasi besar dengan jumlah yang tak terbayangkan sebelumnya dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital serta Capital Group Private Markets.

Perhitungan Kondisi dan Waktu yang Tepat





Meluncurkan startup dapat menjanjikan sebagai industri bisnis yang besar biasanya memanfaatkan momen yang tepat untuk meluncurkan layanan muktahir.

Dengan begitu gagasan dalam membentuk sebuah startup besar harus menemukan waktu kala mendistribusikan bisnisnya menjadi unicorn. Dengan kata lain, terciptanya pangsa pasar yang tepat sasaran dibantu pendanaan yang matang. Sama seperti unicorn lain, bisa meroket seperti sekarang ini membutuhkan timing yang baik.

Bisnis Startup Sesuai Ekspektasi Investor


Startup unicorn masih sangat menikmati struktur transaksi business-to-consumer (B2C), karena transaksi itu tidak memerlukan saham atau penyimpanan benda fisik apa pun. Namun, kondisi ini bisa saja menjadi pressure bila tak sesuai ekspektasi investor untuk menaungi bisnis startup.

Oleh karena itu adanya fase negosiasi dengan investor, dapat kita pahami dengan dua frase kunci, yaitu valuasi pra-investasi dan pasca investasi. Dengan adanya fase ini investor dapat  menentukan harga yang bersedia mereka bayar untuk sebuah investasi.

Dengan trik startup ini bisa jadi jawaban mengenai kondisi unicorn menjadi kenyataan, dengan pendanaan yang besar dan tujuan yang tepat, bisnis Anda jadi mudah di aplikasikan.

Dikutip dari website entrepreneur.com/


Apakah unicorn nyata? Itu pertanyaan yang harus ditanyakan oleh banyak investor kepada diri mereka sendiri akhir-akhir ini. Bagi investor, "unicorn" mengacu pada perusahaan swasta dengan penilaian $ 1 miliar atau lebih. Pada hitungan terakhir, ada 145 di antaranya, menurut CB Insights, nomor yang merampas keunikan mereka. Tentang satu-satunya kemiripan yang dicari para startup ini terhadap nenek moyang mereka dari bestiaries abad pertengahan adalah status mitos mereka.

Kesepakatan mengalir





Untuk bergabung dengan perburuan unicorn, Anda harus menjadi Andreessen-Horowitz atau Sequoia Capital di awal pengejaran atau DST Global pada akhirnya. Karena persaingan untuk ikut serta dalam permainan sangat sengit untuk peluang paling menarik, sebuah waralaba Lembah Silikon yang mapan dan investasi besar diperlukan. 

Ini juga berarti berbagi rampasan dengan investor Seri C, D, E dan bahkan F. Kami cenderung melakukan kesepakatan sendiri, mencari keselarasan langsung dengan tim manajemen perusahaan yang berpotensi tumbuh yang biasanya di luar pasar teknologi utama tempat calon unicorn berada.
Risiko.

Saat mengejar unicorn, Anda berkomitmen pada harapan yang tinggi dan serangkaian hasil yang sempit: Biasanya IPO atau mati; berayun untuk pagar atau menyerang. Bahkan IPO mungkin tidak memenuhi harapan investor. Anda hanya perlu melihat perusahaan seperti Square, yang baru go public dengan penilaian sekitar setengah dari nilai setahun yang lalu, untuk melihat nasib banyak binatang langka.

Profil pilihan kami adalah untuk berinvestasi di perusahaan B2B yang telah mengeksekusi di pasar yang lebih kecil tetapi sudah mapan. Kami merasa lebih bermanfaat untuk fokus pada risiko eksekusi dan kerja tim, daripada bahaya pengembangan teknologi dan adopsi konsumen - alasan melahirkan yang lebih umum untuk unicorn.

Sekian deh artikel terntang bisnis dengan judul tema strategi ampuh agar startup bisa ikuti jejak unicorn dengan valuasi tinggi. Semoga bisa memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat buat rekan rekan yang sedang membangun startup agar menjadi lebih maju dan berkembang lebih pesat dan menjadi unicorn.

Kang Ads
Kang Ads  Perkenalkan saya Yusuf Maulana Nurhadi. Asal Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaa sebagai SEO Specialist dan Digital Marketing
Note: Only a member of this blog may post a comment.